BEM PTNU Se-Nusantara yakin keseriusan Kapolri dalam menjaga netralitas jelang pemilu 2024 dan ajak masyarakat tidak mudah percaya hoax!

BEM ptnu – Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara meyakini keseriusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjaga netralitas aparat menjelang Pemilu 2024. Dirinya menilai Polri memiliki prinsip yang teguh dan akan tunduk kepada undang-undang, khususnya UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

“Kami meyakini sepenuhnya bahwa Pak Kapolri bisa secara penuh tanggung jawab dan profesional menjaga netralitas institusi polri. Komitmen ini juga tercermin dengan adanya deklarasi komitmen netralitas Polri-TNI pada pemilu 2024 dan surat telegram yang sudah ia terbitkan, sehingga memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan adil dan damai”. Kata Baha’ kepada wartawan, Minggu (26/11/2023).

netralitas Polri adalah fondasi dari integritas pemilu. Netralitas aparat kepolisian membantu mempertahankan kepercayaan publik dalam proses demokrasi, lanjutnya.

Baha’ juga menghimbau masyarakat terkhusus para mahasiswa agar tidak mudah percaya hoax, tergiring isu miring, yang mana telah beredar percakapan instan WhatsApp tersebar sebuah dokumen e-book. Isi dari dokumen tersebut menjabarkan klaim soal kaitan dinasti politik Presiden Joko Widodo dengan Kapolri dan anggota Polri. Dokumen tersebut mencatut nama Tirto dan Yayasan Kurawal. Narasi dalam dokumen menyebut adanya upaya “memastikan kemenangan Prabowo” di Pemilu 2024.

Berdasar pernyataan dari Tirto Senin (27/11/2023) baik Tirto maupun Kurawal, dua pihak yang dicatut dan disebut dalam e-book, informasi dalam dokumen yang tersebar tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Baik Tirto maupun Kurawal telah mengonfirmasi tidak pernah menerbitkan e-book bertajuk “Melanggengkan Dinasti Jokowi: Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat”, yang tersebar melalui WhatsApp beberapa waktu belakangan.

Saya berharap agar semangat netralitas dan profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh Polri selama proses pesta demokrasi ini tetap terjaga dalam berbagai aspek tugas dan tanggung jawab mereka. Dan terpenting, kita sebagai masyarakat jangan mudah tergiring isu dan hoax. Saring sebelum sharing. Pungkasnya

Editor : Muhammad Ikhsanurrizqi