Mahasiswa STIT Al-Hikmah Keluhkan Jalan Rusak, Disebut Gegara Curah hujan yang tinggi.

Lampung, 25 November 2023 | 22.25 WIB

Bemptnu – Mahasiswa STIT AL-HIKMAH Bumi agung yang berada di lintasan melewati jalan penghubung antara provinsi sumsel dan lampung keluhkan jalan rusak

Keluhan Mahasiswa tersebut lantaran cor-coran sudah lama dan curah hujan yang tinggi sehingga menambah kerusakan jalan tersebutTampak terlihat kondisi jalan rusak parah dengan banyak lubang menuju Kampung Pisang Indah, Bumi Agung, Way Kanan, Lampung

Seorang mahasiswa STIT Al-Hikmah yang tak ingin disebut namanya mengaku sangat terganggu melihat jalan rusak yang semakin parah.”Kami sangat merasa terganggu dengan jalan rusak ini, pasalnya jalan ini merupakan satu-satunya jalan yang sudah hampir 3 tahun saya lewati tetapi belum ada perbaikan yang signifikan”.

Disampaikan oleh mahasiswa tersebut, jalan yang dibangun melalui dana APBD ini sudah lama belum ada perbaikan yang baikPadahal, jalan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan terdekat untuk memobilisasi masyarakat pisang baru menuju oku timur ataupun sebaliknya ujarnya.”Jalan dibangun pakai APBD Way Kanan, rusak karena sudah lama dan curah hujan yang tinggi. Mau berangkat kuliah saja jadi lambat dan berbahaya karena lubang besar mengganggu dari mulai perbatasan lampung hingga 700m dari kampus rusak tiap ruas jalanya,” ungkapnya

Lebih jauh dikatakan olehnya, sebenarnya ia tak ada maksud untuk memperburuk nama daerahNamun, ia berharap agar pemprov segera memperbaiki jalan tersebut sehingga jalan yang layak bisa dinikmati oleh warga sekitar.”Besi besi yang menonjol dan lubang diarea cor-coran ini sangat berbahaya,saya pernah melihat ibu-ibu yang motornya nyangkut akibat besi yang menonjol jangan sampai menyusahkan masyarakat,” ucapnya.Keluhan ini tak hanya soal jalan rusak, ia juga keluhkan para penimbun lubang yang meminta uang.

Tak hanya itu, hampir tiga tahunan dia kuliah di Stit Al-hikmah namun belum ada perbaikan jalan dari pemerintah provinsi “Mungkin perbaikan ya cuma 5 sampai 10 meter kemudian 500m lagi juga demikian paling mentok di timbun sama batu, juga sering ada bapak bapak yang nimbun jalan terus meminta sumbangan khawatir kalo bapak bapak tersebut punya niat jahat mengingat jalan ini sepi” katanya.

Kontributor : Mahasiswa Lampung

Editor : Muhammad Ikhsanurrizqi